KISAH KASIH FORESIGHT
Kesan saya selama menjadi mahasiswa Teknik Industri Telkom University terbilang cukup banyak. Saat kuliah semester 1 di Teknik Industri Alhamdulillah lancar lancar saja karena mata kuliah yang dipelajari adalah pengulangan dari mata pelajaran SMA kelas 12 atau biasa dibilang tahap TPB (Tahap Paling Bahagia). Praktikum pun hanya pada mata kuliah Fisika Dasar 1 dan Pengantar Teknik Industri (SAP). Menurut saya praktikum yang paling chaos diantara keduanya adalah praktikum SAP, saya memilih SAP karena penugasannya yang terbilang harus dikerjakan secepat dan seteliti mungkin. Saat pengerjaan tugas SAP pun saya rela nangkring di Dorm Hall sampai larut malam demi tuntasnya tugas tersebut padahal deadline sisa 2-3 hari, karena saya tipe orang yang lebih suka mengerjakan dan mengumpulkan tugas lebih awal sehingga tidak berceceran dengan tugas yang lain. Saat semester 2 mata kuliah yang didapat sudah ada bumbu bumbu 'Teknik' dikarenakan munculnya mata kuliah Gambar Teknik, namun ada pula mata kuliah umum seperti Agama dan Bahasa Inggris. Praktikum yang diadakan hanya praktikum Gambar Teknik saja.
Sekarang saya berada semester 3, mulai dari semester inilah bumbu pelengkap Teknik Industri yang sesungguhnya diperkenalkan, mulai dari mata kuliah Algoritma dan Pemograman, APKE, Mekanika Teknik, Penelitian Operasional, dan juga Proses Manufaktur. Dan yang membuat saya kaget adalah munculnya mata kuliah ekonomi. Dan akhirnya saya menyadari Teknik Industri 50:50 antara teknik dan ekonomi. Praktikum semester 3 mulai bertambah yaitu sebanyak 3 praktikum dan tugas tugas semakin banyak. Jika dibandingkan dengan semester sebelumnya, semester 3 adalah tahap awal menuju titik puncak dunia perkuliahan. Mulai dari deadline tugas yang hampir bersamaan, tugas besar, quiz setiap hari, dan jurnal praktikum. Menurut saya, Praktikum yang saya agak sulit untuk memahami dan diaplikasikan yaitu praktikum Proses Manufaktur Modul 2.1 dan 2.2, Modul 2 ini mengharapkan mahasiswa bisa mengaplikasikam kode NC milling dan turning pada mesin manufaktur. Kendala saya adalah saat menggunakan aplikasi SSCNC dan software HAAS, karena seringkali salah mengatur kode dalam software. Dalam permasalahan tersebut saya berusaha untuk belajar kembali modul yang sudah dipraktikan dan dipelajari guna meminimalisir kesalahan yang sama.
Kesan saya terhadap teman teman bisa dibilang sangat baik, karena saya ditempatkan di kelas yang memiliki solidaritas dan kekompakan yang tinggi dan mudah diajak berkomunikasi dengan baik. Dan tak lupa kami sering membantu satu sama lain apabila ada teman yang kesulitan. Dan hal baru juga bagi saya berteman dengan teman teman yang berasal dari daerah lain di Indonesia, bisa mengenal kebiasaan baru satu sama lain, dan menambah wawasan adat istiadat suku bangsa di Indonesia.
Dosen Dosen yang selama ini mengajar di kelas saya sangat baik dan selalu membantu kami jika kami kesulitan, dan sampai sekarang tidak ada kasus dosen marah kepada mahasiswa atau terhadap satu kelas. Para dosen pun dengan senang hati menerima masukan dari mahasiswa dan selalu memberikan wadah ilmu untuk menunjang masa depan mahasiswanya. Terkadang ada satu atau dua dosen yang selalu memberikan suasana santai agar mahasiswa tidak jenuh dan tidak konsentrasi saat kuliah berlangsung. Bahkan dosen bahasa inggris seringkali mengadakan pembelajaran dengan media game antar kelompok belajar.
Dari kesan yang saya alami di Telkom University, kebanyakan mengarah pada tantangan berupa tugas yang menumpuk, praktikum dan mata kuliah yang semakin sulit dan berbobot, dan juga akhir akhir ini setiap pertemuan mata kuliah selalu diakhiri oleh Quiz atau tugas dadakan. Maka dari itu saya mulai memanajemen waktu dengan sebaik baiknya agar semua tugas,quiz, dan lainnya berjalan dengan lancar. Contohnya saat setelah pemberian tugas/quiz saya langsung mengerjakan saat itu juga, karena kita tidak tau apa yang akan datang di hari-hari berikutnya, jika tugas sering ditunda maka akan menumpuk dan waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas sangat sedikit. Ada momen disaat saya mulai jenuh dan gak kuat dengan kondisi seperti ini, namun kembali ke tujuan saya untuk kuliah yaitu untuk membahagiakan orang tua dan menjadi orang yang bermanfaat demi kemajuan dan kebaikan bangsa. Dan walaupun semester 3 mulai chaos tapi saya selalu ingat dengan prinsip saya "Ambis nugas boleh, tapi jangan lupa istirahat", karena kebanyakan orang jika sudah terlalu fokus dengan pekerjaanya akan mempengaruhi kesehatan dan kinerja tubuh. Istirahat pun tidak boleh dilupakan, sempatkanlah untuk beristirahat dengan minimal jam tidur selama 6-8 jam atau sempatkan diri untuk tidur siang 1-2 jam saat jam kosong atau tidak ada kegiatan perkuliahan.
Pesan dari saya untuk saya sendiri, inshaAllah kalau memang kita berniat baik dan menjalani setiap proses perkuliahan dan yang lainnya, maka hasil yang kita dapat akan sesuai dan tidak terkhianati sama sekali. Menjadi mahasiswa Telkom University dan membawa nama baik Almamater adalah suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri dan pastinya harus dijaga dengan baik. Jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dimudahkan segala proses yang berjalan.

Komentar
Posting Komentar